Teh Atau Kopi? Baik Mana untuk Pendamping Sahur

KABARCEPU.ID – Memilih minuman untuk pendamping sahur sering menjadi pertimbangan penting bagi banyak orang yang menjalankan ibadah puasa.

Di antara pilihan populer, teh dan kopi menonjol sebagai dua opsi yang paling sering dipertimbangkan sebagai pendamping sahur. Keduanya memiliki cita rasa kuat, efek stimulan, serta kebiasaan kultur yang berbeda.

Dirangkum dari sejumlah sumber, berikut manfaat, efek samping, dan rekomendasi praktis untuk membantu Anda menentukan apakah teh atau kopi lebih cocok sebagai pendamping sahur.

1. Kandungan Kafein dan Dampaknya

  • – Kopi: Umumnya mengandung kafein lebih tinggi dibanding teh. Kafein meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk, yang bisa membantu Anda tetap segar setelah sahur jika harus beraktivitas dini hari. Namun, konsumsi kafein berlebih dapat menyebabkan jantung berdebar, kecemasan, dan gangguan tidur jika masih tidur setelah sahur.
  • – Teh: Kandungan kafein pada teh (termasuk teh hitam, hijau, atau oolong) biasanya lebih rendah. Teh juga mengandung L-theanine, asam amino yang dapat memberikan efek menenangkan dan fokus tanpa stimulasi berlebih. Bagi yang sensitif terhadap kafein, teh sering kali terasa lebih ringan dan lebih mudah ditoleransi.

2. Hidrasi dan Efek Diuretik

  • – Kafein memiliki efek diuretik ringan, yang bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil dan berpotensi menyebabkan kehilangan cairan. Di pagi hari saat sahur, menjaga hidrasi penting karena Anda akan berpuasa sepanjang hari.
  • – Kopi, terutama bila diminum panas dan pekat, cenderung memberikan efek diuretik lebih kuat daripada teh. Jika Anda memilih kopi, seimbangkan dengan asupan air putih yang cukup saat sahur.
  • – Teh juga dapat bersifat diuretik, tetapi efeknya umumnya lebih ringan. Teh tanpa gula atau campuran lain tetap membantu hidrasi lebih baik daripada minuman berkafein pekat.

3. Pengaruh pada Pencernaan dan Nafsu Makan

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA
  • – Kopi dapat merangsang produksi asam lambung dan terkadang menyebabkan mulas atau tidak nyaman pada lambung kosong. Oleh karena itu, bagi yang memiliki riwayat maag atau sensitif terhadap asam, kopi saat sahur sebaiknya dihindari atau dikonsumsi setelah makan beberapa suap.
  • – Teh, terutama teh hijau yang ringan atau teh herbal (misalnya chamomile, jahe) cenderung lebih ramah bagi perut. Teh herbal tidak mengandung kafein sehingga baik untuk yang menginginkan minuman menenangkan sebelum memulai puasa.

4. Manfaat Kesehatan Lainnya

  • – Kopi: Studi menunjukkan kopi dapat meningkatkan konsentrasi, menurunkan risiko beberapa penyakit kronis jika dikonsumsi dalam jumlah moderat, serta memberikan antioksidan. Namun manfaat ini bergantung pada takaran dan cara penyajian (tambahan gula atau krim dapat mengurangi manfaat).
  • – Teh: Teh, terutama teh hijau, kaya antioksidan seperti catechin yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan metabolisme. Teh juga dapat membantu pencernaan ringan dan memberikan efek relaksasi bila mengandung L-theanine.

5. Preferensi Praktis dan Sosial

  • – Ritual: Kopi sering kali terkait dengan ritual pagi yang cepat dan kuat—cocok bagi mereka yang butuh “kick-start”. Teh memiliki variasi ritual yang lebih tenang, sering diasosiasikan dengan suasana santai.
  • – Lauk sahur: Jika menu sahur berat atau berminyak, teh (terutama teh hijau atau jahe) dapat membantu pencernaan. Untuk menu sahur ringan, kopi mungkin terasa lebih memuaskan bagi pencinta rasa pekat.

Tips Praktis Minuman Pendamping Sahur

  • – Jika Anda sensitif terhadap kafein atau memiliki masalah lambung: pilih teh (hijau, oolong, atau herbal tanpa kafein) atau konsumsi kopi sangat encer dan setelah makan.
  • – Jika Anda butuh kewaspadaan ekstra dan toleran terhadap kafein: secangkir kopi hitam kecil boleh dikonsumsi, tetapi batasi takaran (mis. 1 cangkir standar) dan imbangi dengan air putih.
  • – Perhatikan gula: Hindari menambahkan gula berlebih pada teh atau kopi karena dapat meningkatkan rasa haus dan memengaruhi energi selama puasa.
  • – Hidrasi: Selalu minum cukup air putih bersama minuman berkafein untuk mengurangi risiko dehidrasi.
  • – Waktu tidur: Jika Anda berencana tidur lagi setelah sahur, pilih minuman berkafein rendah seperti teh ringan atau teh herbal untuk menghindari gangguan tidur.

Kopi memberikan dorongan energi yang kuat namun berisiko meningkatkan asam lambung dan dehidrasi bila dikonsumsi berlebihan. Teh umumnya lebih ringan, ramah pencernaan, dan menawarkan pilihan tanpa kafein yang baik untuk mereka yang sensitif.

Pilihlah berdasarkan toleransi kafein, kondisi kesehatan (terutama lambung), kebutuhan aktivitas setelah sahur, serta kebiasaan pribadi. Dengan memperhatikan takaran, hidrasi, dan komposisi minuman, baik teh maupun kopi bisa menjadi pendamping sahur yang baik.***

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA

TERKINI

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BACA JUGA