KABARCEPU.ID – Pasca bencana tanah ambles yang merusak bangunan warga di Lingkungan Nglajo, Kelurahan Cepu, Puluhan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora bersama instansi terkait dan relawan dikerahkan untuk melakukan pembongkaran rumah terdampak, Kamis 12 Februari 2026.
Kegiatan kerja bakti yang berlangsung sejak siang hingga sore hari itu dilakukan sesuai denga surat permintaan bantuan dari Kelurahan Cepu. Rekomendasi pembongkaran dikeluarkan menyusul kondisi bangunan yang dinilai membahayakan keselamatan penghuni serta bangunan lain di sekitarnya.
Blora melalui Operator Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Blora, Agung Triyono, melaporkan bahwa rumah milik Supadmi dan Nimas Lusiana menjadi fokus utama dalam pembongkaran kali ini.
“Kegiatan berjalan lancar tanpa kendala apapun. Prioritas utama kami adalah menyelamatkan perabotan dan material bangunan yang masih bisa digunakan, sekaligus mencegah potensi reruntuhan susulan,” tulisa laporan Agungtri dalam laporan resmi yang diterima redaksi, pukul 15.58 WIB.
Tak hanya melakukan pembongkaran, BPBD Blora juga mengirimkan bahan bangunan ke Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya dukungan logistik bagi warga yang terdampak.
Koordinasi lintas sektor pun terus digencarkan guna menyusun rencana tindak lanjut pascabencana, termasuk kemungkinan relokasi atau bantuan rekonstruksi rumah warga.
Dalam operasi ini, TRC BPBD Blora bersinergi dengan berbagai unsur, antara lain SAR MTA, SAR PAM Blora, TAGANA, KMC, PMI, Relawan Baznas, Squad Nusantara, Satpol PP Kecamatan Cepu, serta personel dari Polsek dan Koramil Cepu.
Lurah Cepu beserta jajaran perangkat kelurahan dan masyarakat sekitar turun langsung bergotong-royong di lokasi.
BPBD Kabupaten Blora masih melakukan asesmen lanjutan untuk mengantisipasi potensi gerakan tanah susulan di wilayah tersebut.***


















