Gaya Hidup

Berdasarkan MBTI, Ini Jenis Karir atau Pekerjaan yang Cocok Untukmu

KABARCEPU.ID – Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) tetap populer sebagai alat untuk memahami preferensi kepribadian dan kecenderungan kerja seseorang.

Meskipun MBTI tidak dimaksudkan sebagai penentu tunggal karir, pemahaman tipe kepribadian bisa membantu individu memilih jalur pekerjaan yang lebih sesuai dengan kekuatan, gaya komunikasi, dan cara pengambilan keputusan mereka.

Dikutip dari SIGMA Assessment Systems, berikut hubungan umum antara 16 tipe MBTI dan bidang pekerjaan yang umumnya cocok, serta tips praktis untuk memilih karir berdasarkan tipe kepribadian.

MBTI membagi preferensi kepribadian ke dalam empat dimensi:
– E (Extraversion) vs I (Introversion): sumber energi—eksternal atau internal.
– S (Sensing) vs N (Intuition): cara mengumpulkan informasi—fakta dan detail atau pola dan konsep.
– T (Thinking) vs F (Feeling): cara pengambilan keputusan—logika/analisis atau nilai/empati.
– J (Judging) vs P (Perceiving): gaya hidup—terstruktur/terencana atau fleksibel/adaptif.

Gabungan keempat preferensi membentuk 16 tipe, dan setiap kombinasi menunjukkan kecenderungan pekerjaan yang berbeda. Di bawah ini ringkasan bidang yang sering cocok untuk masing-masing kelompok tipe.

1. Tipe Analitis dan Sistematika (INTJ, INTP, ISTJ, ISTP)

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA
  • Kekuatan: berpikir logis, fokus pada solusi, mandiri, menyukai struktur (ISTJ) atau eksplorasi ide (INTP).
  • Bidang cocok: penelitian, teknologi informasi, engineering, arsitektur, analisis data, perencanaan strategis, hukum (khususnya riset).

Tips: carilah peran yang memberi ruang untuk problem solving mendalam dan otonomi. Untuk tipe INTP/ISTP, proyek yang menantang teknis ideal; untuk INTJ/ISTJ, posisi kepemimpinan strategis atau manajemen proyek sesuai.

2. Tipe Interpersonal dan Penolong (INFJ, INFP, ENFJ, ESFJ)

  • Kekuatan: empati, nilai personal, kemampuan membangun hubungan, orientasi terhadap perkembangan orang lain.
  • Bidang cocok: konseling, psikologi, pendidikan, sumber daya manusia, pekerjaan sosial, keagamaan, seni kreatif, komunikasi korporat.

Tips: pilih karir yang memungkinkan kontribusi bermakna ke orang lain dan nilai-nilai pribadi. INFJ/INFP cenderung membutuhkan lingkungan yang menghormati idealisme; ENFJ/ESFJ unggul dalam peran koordinasi dan manajemen orang.

3. Tipe Komunikator dan Penggerak (ENFP, ENTP, ESFP, ESTP)

  • Kekuatan: kreatif, spontan, pandai beradaptasi, komunikatif, suka tantangan.
  • Bidang cocok: pemasaran, periklanan, kewirausahaan, hubungan masyarakat, penjualan, hiburan, desain, event organizer, konsultasi inovasi.

Tips: carilah pekerjaan yang beragam, dinamis, dan memungkinkan kebebasan berkreasi. Pekerjaan yang terlalu rutin bisa cepat membuat bosan; peran yang melibatkan interaksi intens dan perubahan akan lebih memuaskan.

4. Tipe Pelaksana dan Pengatur (ESTJ, ENTJ, ISFJ, ISFP)

  • Kekuatan: keterampilan organisasi, orientasi hasil, tanggung jawab, kemampuan memimpin atau memastikan standar.
  • Bidang cocok: manajemen operasi, keuangan, administrasi, layanan publik, kepemimpinan proyek, logistik, keamanan, perawatan kesehatan (ISFJ).

Tips: posisi yang menuntut ketepatan, proses, dan kepemimpinan akan cocok. ENTJ/ESTJ sering sukses di peran manajerial; ISFJ/ISFP bisa unggul dalam peran layanan yang stabil dan berfokus pada detail.

Mempertimbangkan Dimensi Spesifik MBTI:

  • – E vs I: Ekstrovert cenderung menikmati pekerjaan yang melibatkan banyak interaksi sosial (penjualan, manajemen tim), sementara introvert sering lebih produktif di pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan analisis (penulis, programmer, peneliti).
  • – S vs N: Sensing cocok dengan pekerjaan praktis dan teknis yang butuh perhatian pada detail (akuntansi, keperawatan, teknik), sedangkan Intuitive cenderung ke bidang konseptual dan inovatif (strategi, riset, desain konsep).
  • – T vs F: Thinking cocok dengan peran yang menuntut objektivitas dan analisis (hukum, teknik, keuangan). Feeling cocok dengan pekerjaan yang memerlukan mempertimbangkan dampak pada orang (konseling, HR, pendidikan).
  • – J vs P: Judging suka struktur dan rencana—sesuai untuk manajemen, administrasi, sertifikasi profesional. Perceiving menyukai fleksibilitas—sesuai untuk peran kreatif, freelance, atau start-up.

Keterbatasan MBTI dan Saran Praktis:

  • – MBTI menunjukkan preferensi, bukan kemampuan mutlak. Seseorang dapat mengembangkan keterampilan di area non-preferensinya.
  • – Pilihan karir terbaik mempertimbangkan nilai, minat, keterampilan, pengalaman, kondisi pasar kerja, dan keseimbangan hidup—bukan hanya tipe MBTI.
  • – Lakukan eksplorasi: magang, pekerjaan sukarela, kursus singkat, dan percakapan dengan profesional di bidang yang diminati.
  • – Gunakan MBTI sebagai salah satu alat refleksi: buat daftar aktivitas kerja yang memberi energi vs yang menguras energi, dan cocokkan dengan deskripsi pekerjaan.

MBTI dapat menjadi panduan berguna untuk memahami kecenderungan karir, memperjelas kekuatan, dan mengidentifikasi lingkungan kerja yang kemungkinan besar membuat seseorang berkembang. Namun, jangan jadikan MBTI sebagai penentu tunggal. Gabungkan wawasan MBTI dengan pengalaman praktis, pengembangan keterampilan, dan pertimbangan realistis terhadap pasar kerja untuk membuat keputusan karir yang matang dan memuaskan.***

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA

BACA JUGA