KABARCEPU.ID – Dalam tradisi astrologi dan mitologi, beberapa zodiak sering dikaitkan dengan intuisi, empati, atau bahkan kemampuan spiritual yang tampak melampaui nalar sehari-hari.
Di antara ke-12 rasi bintang, terdapat 1 zodiak menempati posisi yang unik: ia sering digambarkan sebagai jembatan antara dunia material dan dunia non-material yaitu antara yang nyata dan yang tak kasat mata.
Adalah Pisces, satu-satunya zodiak yang dipercaya mampu menjembatani dunia nyata dan alam gaib “melihat” lebih dari yang lain atau berperan sebagai perantara antara manusia dan entitas supranatural.
Mengapa Zodiak Pisces?
Dilansir dari AstroTalk, Pisces (19 Februari – 20 Maret) dilambangkan sebagai dua ikan yang saling berhubungan, sebuah gambar yang mengindikasikan dualitas dan perpindahan antar ranah.
Dalam mitologi Yunani, kisah Aphrodite dan Eros yang berubah menjadi ikan untuk melarikan diri dari raksasa Typhon menekankan unsur pengalihan bentuk dan perlindungan melalui ketangkasan metaforis. Simbol ikan juga kuat berkaitan dengan lautan — ruang yang dalam, misterius, dan sering diidentikkan dengan alam bawah sadar serta sumber inspirasi yang tak terbatas.
Salah satu alasan utama Pisces dianggap sebagai “penghubung” adalah sifatnya yang sangat intuitif dan empatik. Orang Pisces cenderung sensitif terhadap suasana di sekitarnya; mereka dapat merasakan emosi orang lain, suasana ruangan, dan kadang-kadang menangkap getaran yang tidak dapat dijelaskan dengan logika semata.
Kepekaan ini memungkinkan mereka untuk “menerima” informasi yang terasa berasal dari luar pengalaman empiris—baik itu firasat, mimpi yang bermakna, ataupun wawasan kreatif yang muncul secara tiba-tiba.
Pisces dikenal memiliki hubungan yang kuat dengan dunia mimpi. Banyak seniman, penulis, dan musisi yang mengklaim inspirasi datang dalam bentuk gambaran atau kisah yang muncul dari alam bawah sadar.
Bagi Pisces, batas antara imajinasi dan realitas sering kabur, dan itulah yang membuat mereka mampu menerjemahkan pengalaman non-material ke dalam bentuk ekspresi yang nyata—lukisan, musik, puisi, atau ide yang menyentuh banyak orang. Dengan kata lain, mereka menjadi medium yang menerjemahkan “bahasa” simbolik dunia lain ke dalam bentuk yang bisa dipahami oleh dunia nyata.
Selain kreativitas, Pisces sering terdorong oleh kebutuhan spiritual atau eksistensial untuk memahami kehidupan lebih dalam. Mereka cenderung membuka diri terhadap praktik-praktik spiritual seperti meditasi, refleksi batin, atau ritual yang membantu menyelaraskan kedua dunia tersebut.
Dalam konteks ini, kemampuan menghubungkan bukan semata soal menerima pesan supranatural, melainkan juga tentang mengintegrasikan makna-makna simbolik ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberi arah dan ketenangan batin.
Tantangan: Batas yang Mudah Terkaburkan
Meski memiliki potensi besar sebagai penghubung, Pisces juga menghadapi tantangan. Kepekaan yang tinggi dapat membuat mereka rentan terhadap kebingungan identitas atau kesulitan membedakan antara firasat yang berguna dan kecemasan yang membingungkan.
Tanpa landasan yang kuat—seperti praktik grounding, batasan emosional, dan disiplin kreatif—Pisces dapat terseret ke dalam kebingungan atau ilusi. Oleh karena itu, pengembangan kemampuan membedakan nyata dan imajinatif menjadi aspek penting bagi kesejahteraan mereka.
Peran dalam Komunitas dan Kehidupan Sehari-hari
Dalam hubungan interpersonal dan komunitas, Pisces sering menjadi sumber pengertian dan dukungan emosional. Mereka mampu merasakan apa yang dibutuhkan orang lain dan menyampaikan empati dalam bentuk yang menyembuhkan.
Di lingkungan profesional, kreativitas dan intuisi mereka dapat menghasilkan solusi inovatif—terutama dalam bidang seni, konseling, atau pekerjaan yang menuntut pemahaman manusiawi yang mendalam.
Pisces, dengan simbol ikan dan koneksi historis terhadap lautan serta mitos, memegang reputasi sebagai zodiak yang berfungsi sebagai jembatan antara dunia lain dan realitas sehari-hari. Kepekaan, kemampuan untuk bermimpi, dan kecenderungan spiritual memungkinkan mereka menangkap dan menerjemahkan pengalaman non-material menjadi bentuk yang bermakna.
Namun, seperti semua kekuatan, kemampuan ini memerlukan pengelolaan yang bijak—pembatasan yang sehat dan praktik grounding agar batas antara dunia tetap seimbang. Bagi mereka yang lahir di bawah tanda ini, kesadaran akan peran tersebut bisa menjadi pijakan untuk mengembangkan bakat unik menjadi kontribusi positif bagi diri sendiri dan orang lain.***



















