Gaya Hidup

Waspada! Ini 10 Ciri Lowongan Kerja Palsu yang Sering Menjebak

KABARCEPU.ID – Maraknya pencarian kerja di era digital membuat informasi lowongan semakin mudah diakses. Sayangnya, kemudahan ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menipu para pencari kerja dengan modus lowongan kerja palsu.

Tak sedikit korban yang tergiur janji gaji besar, proses cepat, hingga iming-iming pekerjaan tanpa syarat rumit. Padahal, di balik tawaran tersebut sering kali tersembunyi penipuan yang bisa merugikan secara finansial maupun mental.

Agarr anda tidak menjadi korban berikutnya, penting untuk mengenali ciri-ciri lowongan kerja palsu sekaligus memahami cara menghindarinya. Berikut tanda-tanda yang patut anda waspadai;

1. Tawaran Gaji Terlalu Tinggi dan Tidak Masuk Akal
Lowongan kerja palsu sering menjanjikan gaji besar yang tidak sesuai dengan posisi atau pengalaman yang dibutuhkan. Misalnya, pekerjaan sederhana dengan jam kerja fleksibel namun menawarkan bayaran di atas rata-rata industri. Tawaran semacam ini biasanya dibuat untuk menarik perhatian calon korban. Anda sebaiknya membandingkan gaji dengan standar pasar sebelum melamar.

2. Proses Rekrutmen Terlalu Cepat
Jika anda langsung dinyatakan diterima tanpa wawancara atau tes yang jelas, hal ini patut dicurigai. Perusahaan profesional umumnya memiliki tahapan seleksi yang rapi dan memerlukan waktu. Proses yang terlalu instan sering menjadi ciri penipuan. Apalagi jika keputusan disampaikan hanya lewat pesan singkat.

3. Menggunakan Alamat Email Tidak Resmi
Perusahaan resmi hampir selalu menggunakan email dengan domain perusahaan. Jika anda menerima undangan kerja dari email gratis tanpa identitas jelas, sebaiknya berhati-hati. Penipu kerap menggunakan nama perusahaan terkenal, namun alamat emailnya tidak mencerminkan hal tersebut. Selalu periksa detail pengirim sebelum menindaklanjuti.

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA

4. Meminta Uang atau Biaya Administrasi
Lowongan kerja palsu biasanya meminta biaya pendaftaran, pelatihan, atau perlengkapan kerja. Padahal, perusahaan yang sah tidak akan membebankan biaya kepada pelamar. Permintaan transfer uang dengan alasan apa pun patut dicurigai. Anda sebaiknya langsung menghentikan proses jika diminta membayar.

5. Deskripsi Pekerjaan Terlalu Umum
Deskripsi kerja yang terlalu singkat dan tidak spesifik bisa menjadi tanda bahaya. Biasanya tidak dijelaskan tugas harian, tanggung jawab, maupun struktur tim kerja. Informasi yang terlalu umum sengaja dibuat agar terlihat cocok untuk siapa saja. Lowongan resmi umumnya menjelaskan posisi secara rinci.

6. Informasi Perusahaan Sulit Diverifikasi
Sebelum melamar, anda perlu menelusuri informasi perusahaan secara mandiri. Jika tidak ditemukan website resmi, alamat kantor, atau profil media sosial yang meyakinkan, sebaiknya waspada. Penipu sering mencantumkan nama perusahaan fiktif atau meniru perusahaan lain. Verifikasi sederhana bisa mencegah kerugian besar.

7. Dihubungi Melalui Nomor Pribadi
Komunikasi rekrutmen yang hanya dilakukan melalui nomor pribadi patut dicurigai. Terlebih jika tidak disertai identitas HR atau jabatan yang jelas. Perusahaan profesional biasanya menggunakan nomor kantor atau email resmi. Anda berhak menanyakan identitas perekrut secara detail.

8. Lokasi Tes atau Interview Mencurigakan
Undangan wawancara di lokasi yang tidak lazim perlu diwaspadai. Misalnya di rumah pribadi, ruko kosong, atau tempat umum tanpa kejelasan kantor. Perusahaan resmi biasanya mengadakan interview di kantor atau secara daring melalui platform resmi. Jangan ragu menolak jika lokasinya tidak masuk akal.

9. Bahasa yang Digunakan Tidak Profesional
Perhatikan gaya bahasa dalam pesan rekrutmen. Banyak kesalahan ejaan, kalimat tidak rapi, atau nada terlalu santai bisa menjadi indikasi penipuan. Perusahaan profesional umumnya menggunakan bahasa yang formal dan jelas. Bahasa yang asal-asalan patut menjadi alarm bagi anda.

10. Mendesak Anda untuk Segera Mengambil Keputusan
Penipu sering menekan calon korban agar cepat mengambil keputusan. Biasanya dengan alasan kuota terbatas atau harus segera transfer agar posisi tidak hangus. Perusahaan resmi akan memberi waktu bagi pelamar untuk mempertimbangkan. Jika anda merasa ditekan, sebaiknya hentikan komunikasi.

Itulah sejumlah ciri lowongan kerja palsu yang perlu anda kenali sejak awal. Semoga anda dapat menghindari penipuan serta menemukan peluang kerja yang aman dan terpercaya!

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA

POSTINGAN TERKAIT