KABARCEPU.ID – Yayasan Pendidikan Ronggolawe (YPR) menyerahkan hibah lima eksemplar buku berjudul Sejarah Berdiri ATR dan Perkembangannya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora, Rabu (7/1/2026).
Penyerahan hibah buku tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi dan penguatan literasi daerah. Kegiatan berlangsung di Aula Utama DPK Kabupaten Blora.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Ronggolawe, Drs. RM Yudhi Sancoyo, MM, menyampaikan bahwa hibah buku dimaksudkan agar masyarakat Blora memiliki akses terhadap sejarah pendidikan daerah. Perpustakaan diposisikan sebagai jendela pengetahuan publik.
Ia menilai buku sejarah ATR dapat menjadi media pembelajaran nilai dan karakter. Sejarah dipandang sebagai landasan moral dalam membangun peradaban masyarakat.
Drs. RM Yudhi Sancoyo, MM juga mengapresiasi program Sedekah Buku yang diinisiasi DPK hingga tingkat desa. Program tersebut diharapkan menumbuhkan budaya gemar membaca secara berkelanjutan.
Gerakan Sedekah Buku direncanakan berjalan beriringan dengan Sedekah Desa, Bumi, dan Gas Desa. Sinergi ini dinilai memperkuat literasi berbasis kearifan lokal.
Rombongan YPR diterima langsung oleh Kepala DPK Kabupaten Blora, Mohammad Toha Mustofa, didampingi Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Perpustakaan. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh dialog.
Mohammad Toha Mustofa menyampaikan apresiasi atas hibah buku yang diberikan YPR. Menurutnya, buku sejarah ATR akan menjadi sumber inspirasi bagi pengunjung perpustakaan.
Ia menjelaskan bahwa perjuangan para pendiri Akademi Teknologi Ronggolawe merupakan teladan berharga. Para pendiri ATR dikenal sebagai tokoh bangsa dengan dedikasi tinggi.
Melalui buku tersebut, generasi muda diharapkan memiliki semangat berkarya dan berbakti bagi bangsa dan negara. Kontribusi nyata diharapkan bermuara pada kemajuan Kabupaten Blora.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Ronggolawe, Ir. Sutikno Slamet, berharap buku sejarah ATR tersimpan sebagai dokumen resmi di DPK. Buku tersebut dapat dibaca publik bersama koleksi literasi lainnya.
Ia menjelaskan bahwa buku tersebut memuat latar belakang berdirinya ATR dan kualitas program akademiknya. Informasi tersebut menunjukkan bibit, bobot, dan bebet kelembagaan.
Ir. Sutikno Slamet menambahkan bahwa sejak 2013 ATR bertransformasi dari Akademi Teknik Ronggolawe menjadi Sekolah Tinggi Teknik Ronggolawe (STTR). Transformasi tersebut menandai penguatan institusi pendidikan tinggi.
Buku sejarah ATR diharapkan mampu menggugah minat generasi muda melanjutkan pendidikan tinggi di STTR. Perguruan tinggi tersebut diproyeksikan sebagai penggerak pembangunan sumber daya manusia Blora.
Pemkab Blora terus berkomitmen mendukung dunia pendidikan melalui program Satu Desa Dua Sarjana. Semangat Sesarengan Mbangun Blora Maju dan Berkelanjutan menjadi arah pembangunan daerah.
Melalui hibah buku sejarah ATR, YPR menegaskan komitmennya dalam pelestarian sejarah dan penguatan literasi. Pesan Bung Karno tentang Jas Merah menjadi refleksi penting bagi generasi penerus.***














