KABARCEPU.ID – Kunjungan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, ke Blora menandai momentum penting bagi percepatan pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan untuk jangka menengah dan panjang.
Dalam kunjungan kerja tersebut, kedua pejabat pusat itu meninjau sejumlah lokasi proyek prioritas, serta merumuskan langkah-langkah konkret untuk memastikan sinkronisasi antara kebijakan nasional dan kebutuhan daerah.
Dengan perhatian khusus pada sektor infrastruktur, ekonomi produktif, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, agenda kunjungan ini dirancang untuk menghasilkan pemetaan program yang lebih terfokus, alokasi sumber daya yang lebih efisien, serta percepatan perizinan dan dukungan teknis yang diperlukan bagi pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Keterlibatan menteri juga dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi antar-instansi, membuka ruang dialog bagi aspirasi masyarakat dan pelaku usaha lokal, serta mengidentifikasi potensi skema pembiayaan baik melalui anggaran pemerintah pusat, kerjasama pemerintah-swasta, maupun skema bantuan teknis.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyambut hangat kedatangan Menteri Imipas, Agus Andrianto, serta Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam kunjungan kerja yang berfokus pada pembangunan daerah dan ketahanan pangan.
Bupati Arief Rohman menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada kedua menteri atas dukungan yang telah diberikan selama ini, memungkinkan berbagai program pembangunan di Blora dapat terlaksana.
“Sugeng rawuh kepada Bapak Menteri Imipas dan Bapak Kepala Bappenas. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blora, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas support beliau berdua selama ini, sehingga kita dapat melaksanakan program-program pembangunan yang ada di Blora,” ujar Bupati Arief, Sabtu (29/10/2025).
Sejak pagi, rombongan telah meninjau beberapa lokasi, termasuk calon kantor imigrasi, Bendungan Cabean, dan berbagai proyek bantuan dari pemerintah pusat.
Bupati Arief Rohman menekankan pentingnya ketahanan pangan sesuai arahan Presiden. Ia menyebutkan bahwa Blora memiliki potensi besar dalam sektor ini, mengingat Blora merupakan penghasil padi lima dan penghasil jagung kedua terbesar di Jawa Tengah.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, ketahanan pangan itu sangat penting. Dengan potensi yang ada, kita tentunya ingin mengawal agenda-agenda program prioritas Bapak Presiden Prabowo terkait dengan ketahanan pangan,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pertemuan sore hari ini di pendopo difokuskan untuk membahas agenda tersebut. Bupati juga mengungkapkan ambisi daerahnya. “Kita ingin Blora menjadi kabupaten organik,” ungkapnya.
Ia meyakini bahwa cita-cita untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Blora dapat terwujud dengan hadirnya tiga pilar utama: Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri. “Kuncinya adalah harmonisasi dan kekompakan,” tutupnya.
Sementara itu, Menteri Imipas, Agus Andrianto, dalam kesempatan yang sama menyampaikan dukungannya. Beliau menekankan bahwa ketahanan pangan dan energi merupakan prioritas utama Pemerintah Pusat.
“Kolaborasi antara Pemerintah, masyarakat, dan swasta sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, Kabupaten Blora dapat mencapai tujuan pembangunannya,” ujar Menteri Agus Andrianto.
Beliau percaya bahwa dengan meningkatkan produksi pangan dan mengurangi kemiskinan, Kabupaten Blora dapat mencapai tujuan pembangunannya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengungkapkan alasan emosionalnya datang ke Blora.
“Hari ini saya sengaja hadir di sini. Terus terang, saya sudah lama ingin ke Blora. Dari 2015 sampai menjelang 2018, saya mendapat tugas menjadi Direktur Utama PT GMM Bulog. Saya ingin pulang kampung, saya hadir di sini,” kata Rachmat Pambudy.
Pihaknya juga berbagi pengalamannya sebagai Direktur Utama Pabrik Gula. Ia menyampaikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, Kabupaten Blora memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Lebih lanjut, Rachmat Pambudy menyoroti potensi sumber daya manusia Blora. Bonus demografi, yaitu jumlah penduduk usia produktif yang besar, dapat menjadi kekuatan utama.
“Dengan mengelola bonus demografi dengan baik, Kabupaten Blora dapat mencapai tujuan pembangunannya,” imbuhnya.
Menteri Imipas turut menambahkan bahwa Kepala Bappenas merupakan “diaspora Blora” yang pernah berkontribusi dan mengabdi pada masyarakat Blora.
“Maturnuwun” (terima kasih) kepada Bapak Menteri dan mendoakan semoga selalu diberikan kesehatan dan panjang umur,” ucap Bupati Arief Rohman.***














