Lirik dan Makna Lagu ‘Gugur Bunga’ Karya Ismail Marzuki untuk Hari Pahlawan

KABARCEPU.ID – Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan terhadap para pejuang yang telah gugur membela kemerdekaan.

Momen ini juga sering diiringi dengan lantunan lagu “Gugur Bunga”, salah satu karya legendaris yang sarat makna dan emosi.

Tak hanya sekadar lagu perjuangan, karya cipta Ismail Marzuki ini menjadi simbol penghormatan dan refleksi terhadap semangat nasionalisme bangsa Indonesia.

Yuk, simak lebih dalam profil pencipta dan makna di balik lagu “Gugur Bunga”.

Profil Pencipta Lagu “Gugur Bunga”
Nama: Ismail Marzuki
Lahir: Batavia, 11 Mei 1914
Wafat: Jakarta, 25 Mei 1958
Keahlian: Musisi sekaligus komponis ulung yang mahir memainkan berbagai alat musik sejak kecil.

Ismail Marzuki dikenal sebagai sosok yang banyak menulis lagu perjuangan di masa kemerdekaan. Pada periode 1943–1944, ia menciptakan sejumlah karya monumental seperti Rayuan Pulau Kelapa, Gagah Perwira, dan Indonesia Tanah Pusaka.

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA

Lagu Gugur Bunga sendiri ditulis pada tahun 1945, di tengah gejolak perjuangan bangsa melawan penjajah. Lagu ini lahir dari rasa duka dan hormat mendalam terhadap para pejuang yang gugur di medan perang.

Lirik Lagu “Gugur Bunga”

Syair lengkap:
Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri

Siapakah kini pelipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati

Reff:
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti
Di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti

Makna Lagu Gugur Bunga
Lagu ini menggambarkan kesedihan mendalam atas gugurnya para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Melodi yang lembut dan lirik yang menyentuh menciptakan suasana haru, seolah mengajak setiap pendengar merenungkan makna pengorbanan.

Frasa “bunga” dalam lagu ini menjadi simbol bagi para pahlawan yang rela mengorbankan nyawa demi tanah air.

Sementara kalimat “gugur satu tumbuh seribu” menggambarkan semangat perjuangan yang tidak pernah padam, bahwa setiap pahlawan yang gugur akan digantikan oleh generasi baru yang siap berjuang.

Itulah kisah di balik lagu Gugur Bunga, karya legendaris Ismail Marzuki yang terus dikenang hingga kini. Semoga semangat dan pengorbanan para pahlawan senantiasa kita kenang dan terus hidup dalam hati setiap anak bangsa.***

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA

TERKINI

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BACA JUGA