Kenyal Menggoda Lidah! Kreasi Resep Kue Lumpang Isi Nangka, Kuliner Khas Palembang yang Lezat dan Ikonik

KABARCEPU.ID – Kue lumpang isi nangka merupakan salah satu kue tradisional khas Palembang yang sangat populer.

Kue ini tidak hanya menawarkan cita rasa yang unik, tetapi juga menyimpan cerita budaya yang menarik.

Namanya berasal dari bentuk kuenya yang menyerupai lumpang, yaitu alat penumbuk beras tradisional di nusantara.

Isian nangka yang manis dan lembut memberikan kontras yang indah dengan tekstur kulit kue yang kenyal.

Kue lumpang isi nangka telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi dan budaya masyarakat Palembang.

Dahulu, mengutip Wikipedia, kue ini sering dijumpai di pasar-pasar tradisional atau acara-acara adat sebagai hidangan istimewa.

Keberadaannya menjadi simbol kebanggaan lokal dan identitas budaya Palembang, selain Pempek yang paling populer tentunya.

Bagi Anda yang ingin mencoba membuat kreasi kue lumpang isi nangka ini di rumah, resep berikut dapat Anda terapkan.

Untuk membuat kue lumpang isi nangka, Anda membutuhkan bahan-bahan berikut:

– 300 gram tepung ketan putih
– 100 gram gula pasir
– 1/2 sdt garam
– 200 ml santan kental
– 100 gram nangka matang, dipotong dadu kecil

Langkah-Langkah Pembuatan:
1. Siapkan wadah, lalu campurkan tepung ketan, gula pasir, dan garam. Aduk rata.

2. Tuangkan santan kental sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil terus diaduk hingga membentuk adonan yang kalis.

3. Ambil sedikit adonan, lalu pipihkan dan isi dengan potongan nangka. Bentuk adonan menjadi bulatan seperti lumpang.

4. Kukus kue lumpang isi nangka dengan api sedang hingga berwarna kuning keemasan.

5. Angkat dan tiriskan kue lumpang isi nangka yang telah matang.

6. Sajikan kue lumpang isi nangka selagi hangat. Nikmati kelembutannya yang berpadu dengan manisnya nangka.

Tips dan Variasi:
– Untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut, Anda dapat menambahkan sedikit tepung tapioka ke dalam adonan.

– Selain nangka, Anda juga dapat mengisi kue lumpang dengan bahan lain seperti pisang, durian, atau kelapa muda.

– Untuk tampilan yang lebih menarik, Anda dapat menaburi kue lumpang dengan parutan kelapa muda atau bubuk kayu manis.

Kue lumpang isi nangka merupakan salah satu hidangan khas Palembang yang wajib dicoba.

Dengan tekstur kenyal dan manisnya nangka, kue ini menjadi santapan yang begitu memanjakan lidah.

Tidak hanya lezat, kue lumpang isi nangka juga menyimpan sejarah dan tradisi budaya Palembang yang kaya.***

Resep Membuat Kue Lumpang Pasta Mangga Khas Palembang! Si Kuning yang Lembut, Kenyal dan Autentik Segarnya

KABARCEPU.ID – Kue Lumpang Pasta Mangga adalah salah satu varian jajanan tradisional khas Palembang yang ikonik.

Kue Lumpang Pasta Mangga ini memiliki tekstur lembut dan rasa yang manis segar, menjadikannya hidangan yang sangat populer di kalangan masyarakat Palembang.

Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, dikenal sebagai salah satu pusat kuliner yang sangat kaya akan ragam hidangan tradisional diantaranya Kue Lumpang.

Dari berbagai varian Kue Lumpang khas Palembang, varian Pasta Mangga menjadi salah satu dari berbagai varian Kue Lumpang yang kelezatannya autentik.

Bagi Anda yang ingin mencoba membuat Kue Lumpang Pasta Mangga ini di rumah, beberapa panduan resep dan cara mengolahnya berikut dapat Anda pertimbangkan.

Dengan mengikuti panduan yang kami berikan yang dikutip dari Cookpad, Anda pun dapat membuat kreasi kue tradisional Palembang ini dengan mudah.

Berikut resep dan cara mengolah Kue Lumpang Pasta Mangga khas Palembang yang lembut, manis dan kenyal:

Bahan-bahan:
1. 300 gram tepung beras
2. 100 gram gula pasir
3. 1/2 sdt garam
4. 300 ml santan kental
5. 150 gram daging buah mangga, haluskan
6. Kelapa (diparut)

Cara Membuat Kue Lumpang Pasta Mangga:
1. Campurkan tepung beras, gula pasir, dan garam dalam satu wadah. Aduk hingga tercampur rata.

2. Tuangkan santan kental sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil terus diaduk hingga adonan menjadi kalis dan tidak lengket di tangan.

3. Masukkan pasta mangga yang telah dihaluskan ke dalam adonan, lalu aduk hingga tercampur merata.

4. Ambil adonan secukupnya, lalu bentuk menjadi bulatan-bulatan membentuk lumpang dengan ukuran sesuai selera.

5. Tempatkan bulatan adonan di atas cetakan khusus kue lumpang, lalu kukus selama 20-25 menit atau hingga matang.

6. Angkat kue lumpang dari kukusan, lalu biarkan sebentar hingga dingin.

7. Sajikan Kue Lumpang Pasta Mangga selagi hangat bersama taburan kelapa parut. Nikmati kelezatannya!

Tips Membuat Kue Lumpang Pasta Mangga yang Sempurna
1. Pastikan mangga yang digunakan adalah mangga yang matang dan manis, agar rasa kue lumpang menjadi semakin lezat.

2. Jika ingin tekstur kue lumpang yang lebih lembut, Anda dapat menambahkan sedikit tepung sagu atau tapioka ke dalam adonan.

3. Gunakan santan kental untuk mendapatkan tekstur kue yang lebih legit dan creamy.

4. Bungkus kue lumpang dengan daun pisang agar terlihat lebih menarik dan memberikan aroma khas.

Kue Lumpang Pasta Mangga merupakan salah satu hidangan tradisional Palembang yang wajib Anda coba.

Dengan resep dan cara membuat yang mudah, Anda dapat dengan mudah menyajikan kue lezat ini di rumah.

Nikmati kelembutan tekstur dan kesegaran rasa mangga yang menyatu dalam setiap gigitan Kue Lumpang Pasta Mangga tersebut.***

Menikmati Kelezatan Kue Lumpang Gula Merah, Hidangan Tradisional Khas Palembang, Ini Resep Rahasianya

KABARCEPU.ID – Palembang, kota yang kaya akan warisan budaya dan kuliner yang memukau serta ikonik.

Salah satu hidangan tradisional yang tersohor dari daerah ini adalah kue lumpang gula merah, selain Pempek tentunya.

Kue lumpang merupakan salah satu jenis jajanan atau camilan khas Palembang yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan kuliner nusantara.

Kue lumpang gula merah merupakan salah satu varian dari kue lumpang yang dicirikan dengan penggunaan gula merah sebagai bahan utama.

Kue ini memiliki rasa yang manis, gurih, dan lembut yang menjadikannya sangat populer di kalangan masyarakat Palembang maupun pecinta kuliner nusantara.

Kue lumpang gula merah memiliki sejarah yang panjang di Kota Palembang. Konon, kue ini telah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya, salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga ke-13.

Mengutip Wikipedia, pada masa itu, kue lumpang gula merah menjadi salah satu makanan tradisional yang disajikan dalam acara-acara istana maupun upacara adat.

Resep kue lumpang gula merah kemudian diturunkan dari generasi ke generasi di kalangan masyarakat Palembang.

Berbagai modifikasi dan penyempurnaan terus dilakukan, sehingga kue ini tetap lestari dan menjadi salah satu hidangan khas yang menjadi kebanggaan warga Palembang.

Bagi Anda yang ingin mencoba membuat Kue Lumpang Gula Merah khas Palembang ini di rumah, resep dan cara mengolahnya berikut dapat Anda terapkan.

Untuk membuat kue lumpang gula merah, Anda membutuhkan beberapa bahan utama, di antaranya:

1. Tepung beras: Bahan dasar yang memberikan tekstur lembut dan kenyal pada kue.

2. Gula merah: Memberikan cita rasa manis khas pada kue.

3. Santan kelapa: Menambah kelembutan dan cita rasa gurih pada kue.

4. Garam: Memberikan keseimbangan rasa pada kue.

5. Daun pandan (opsional): Untuk menambah aroma wangi yang khas.

Selain bahan-bahan utama, Anda juga dapat menambahkan berbagai bahan tambahan lainnya sesuai selera, seperti kelapa parut, kacang tanah, atau bahkan keju.

Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat kue lumpang gula merah khas Palembang yang lezat yang dikutip dari Cookpad:

1. Campurkan tepung beras, gula merah yang telah disisir halus, dan garam dalam satu wadah. Aduk hingga tercampur rata.

2. Tambahkan santan kelapa sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga adonan menjadi kalis dan tidak lengket.

3. Jika menggunakan daun pandan, masukkan daun pandan yang telah dicuci bersih ke dalam adonan.

4. Ambil sedikit adonan, kemudian bulatkan dan pipihkan dengan tangan hingga membentuk bulatan tipis.

5. Panaskan wajan anti lengket dengan api sedang. Masukkan bulatan adonan dan goreng hingga kedua sisi berwarna kecoklatan.

6. Angkat kue lumpang yang telah matang, lalu tiriskan.
7. Sajikan kue lumpang gula merah hangat dengan taburan kelapa parut atau kacang tanah, jika suka.

Untuk menghasilkan kue lumpang gula merah yang lezat, perhatikan beberapa tips berikut:

1. Gunakan gula merah berkualitas baik agar cita rasa kue lebih optimal.

2. Pastikan adonan tidak terlalu kental atau terlalu encer untuk mendapatkan tekstur yang tepat.

3. Goreng kue dengan api sedang agar matang merata dan tidak cepat gosong.

4. Sajikan kue lumpang gula merah saat masih hangat untuk menikmati tekstur yang lembut dan empuk.

Dengan mengikuti resep dan tips di atas, Anda dapat membuat kue lumpang gula merah khas Palembang yang lezat dan autentik.

Nikmati hangatnya kue lumpang gula merah sembari menikmati keindahan Kota Palembang yang kaya akan warisan budaya dan kuliner.***

Kue Lumpang Pandan Khas Palembang! Camilan Favorit dengan Tekstur Lembut dan Kenyal, Ini Resep dan Cara Membuatnya

KABARCEPU.ID – Kue Lumpang Pandan adalah salah satu camilan tradisional yang khas dan populer dari kota Palembang selain Pempek tentunya.

Dengan tekstur lembut dan kenyal yang memanjakan lidah, Kue Lumpang Pandan menjadi salah satu sajian wajib yang harus dicicipi saat berkunjung ke Palembang.

Palembang, kota tua nan kaya akan warisan budaya, juga dikenal sebagai tempat lahirnya aneka ragam kuliner khas yang memikat hati para pecinta makanan.

Kue Lumpang Pandan merupakan salah satu jenis kue tradisional Indonesia yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.

Kue ini terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung beras, santan, gula merah, dan daun pandan.

Meskipun bahan-bahannya mudah didapatkan, proses pembuatannya memerlukan ketelitian dan keterampilan khusus agar menghasilkan tekstur yang lembut dan kenyal.

Ciri khas Kue Lumpang Pandan adalah bentuknya yang unik, menyerupai bantal atau lumpang (dari bahasa Jawa yang berarti ‘tempat menumbuk’).

Warna hijaunya yang cantik berasal dari sari daun pandan, memberikan aroma yang harum dan menggugah selera.

Kue ini biasanya disajikan dalam ukuran kecil, sehingga mudah dinikmati kapan saja dalam berbagai suasana.

Bagi Anda yang ingin mencicipi kelezatan Kue Lumpang Pandan, cobalah membuat sendiri di rumah dengan mengikuti resep berikut.

Berikut ini adalah resep dan cara membuat Kue Lumpang Pandan khas Palembang yang autentik yang dikutip dari Cookpad:

Bahan-bahan:
– 250 gram tepung beras
– 100 gram gula merah, sisir halus
– 1 lembar daun pandan, disimpul
– 250 ml santan kental
– 1/4 sdt garam

Cara Membuat:
1. Campurkan tepung beras, gula merah, dan garam dalam sebuah wadah. Aduk rata.

2. Masukkan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga adonan kalis dan tidak lengket di tangan.

3. Masukkan daun pandan, lalu uleni adonan hingga benar-benar kalis dan mudah dibentuk.

4. Ambil sedikit adonan, bulatkan lalu letakkan di atas cetakan kue lumpang yang telah diolesi minyak. Tekan-tekan pelan agar adonan menyesuaikan bentuk cetakan.

5. Kukus adonan yang telah dicetak selama 20-25 menit atau hingga matang.

6. Angkat Kue Lumpang Pandan dari kukusan, lalu dinginkan sebentar sebelum dikeluarkan dari cetakan.

7. Sajikan Kue Lumpang Pandan selagi hangat. Dapat dinikmati begitu saja atau ditambahkan parutan kelapa muda sebagai pelengkap.

Kue Lumpang Pandan memang menjadi salah satu ikon kuliner khas Palembang yang patut untuk dicoba selain Pempek yang telah melegenda.

Teksturnya yang lembut dan kenyal, serta rasa manisnya yang pas, membuat camilan tradisional ini begitu memanjakan lidah.***

LEMBUT dan KENYAL! 5 Kue Lumpang Khas Palembang yang Wajib Untuk Dicoba, Camilan Favorit Sejak Abad ke-7

KABARCEPU.ID – Kue lumpang khas Palembang adalah salah satu jenis camilan khas yang menjadi ikon kuliner Palembang.

Selain Pempek yang telah melegenda, kota tersebut memiliki ikon kuliner lainnya yaitu kue lumpang khas Palembang.

Kue lumpang khas palembang ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, serta cita rasa yang unik dan menggugah selera.

Jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi Palembang, pastikan untuk mencoba 5 jenis kue lumpang khas Palembang berikut ini.

Kue lumpang merupakan salah satu jenis kue tradisional yang berasal dari Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Kue ini terbuat dari bahan dasar tepung beras, santan, gula merah, dan diberi berbagai macam isian yang khas.

Kue lumpang memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, serta cita rasa yang manis dan gurih, membuat camilan ini menjadi favorit bagi masyarakat Palembang maupun para pecinta kuliner nusantara.

Mengutip Wikipedia, sejarah mencatat, kue lumpang telah ada sejak zaman kerajaan Sriwijaya pada sekitar abad ke-7.

Pada masa itu, kue lumpang menjadi salah satu makanan yang disajikan di istana dan dihidangkan pada acara-acara penting.

Kue ini juga menjadi salah satu makanan tradisional yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Palembang.

Hingga saat ini, kue lumpang masih menjadi salah satu camilan khas Palembang yang tetap diminati dan dijaga kelestariannya.

Berbagai kedai dan toko kue di Palembang menawarkan aneka varian kue lumpang yang dapat dinikmati oleh wisatawan dan penduduk lokal.

Berikut 5 jenis kue lumpang khas Palembang yang wajib Anda coba saat berkunjung ke kota tersebut:

1. Kue Lumpang Pandan

Kue Lumpang Pandan
Kue Lumpang Pandan, Kue Lumpang khas Palembang.

Kue lumpang pandan merupakan salah satu varian kue lumpang yang paling populer di Palembang.

Kue ini terbuat dari adonan tepung beras, santan, gula merah, dan diisi dengan potongan daun pandan segar.

Tekstur kue lumpang pandan yang lembut dan kenyal, serta aroma harum dan segar dari daun pandan, menjadikan camilan ini sangat menarik untuk dinikmati.

2. Kue Lumpang Gula Merah

Kue Lumpang Gula Merah
Kue Lumpang Gula Merah, Kue Lumpang khas Palembang.

Kue lumpang gula merah adalah varian kue lumpang yang menggunakan bahan dasar tepung beras dan gula Jawa atau gula merah.

Kue ini juga diisi dengan campuran kelapa parut, gula merah, dan santan serta campuran tepung sagu ataupun tepung tapioka.

Tekstur kue lumpang gula merah sangat kenyal dan lembut, serta memiliki rasa yang manis dan gurih, membuat camilan ini menjadi salah satu favorit pecinta kuliner Palembang.

3. Kue Lumpang Pasta Mangga

Kue Lumpang Pasta Mangga
Kue Lumpang Pasta Mangga, Kue Lumpang khas Palembang.

Kue lumpang pasta mangga adalah varian kue lumpang yang terbuat dari tepung beras dan pasta mangga serta diisi dengan potongan mangga.

Tekstur kue lumpang pasta mangga sangat lembut dan kenyal, sementara isian mangga memberikan cita rasa yang unik dan lezat.

Camilan kue lumpang pasta mangga ini menjadi salah satu pilihan yang populer di kalangan masyarakat Palembang.

4. Kue Lumpang Labu Kuning

Kue Lumpang Labu Kuning
Kue Lumpang Labu Kuning, Kue Lumpang khas Palembang.

Kue lumpang labu kuning adalah varian kue lumpang yang menggunakan labu kuning sebagai bahan utama.

Labu yang digunakan biasanya adalah labu kuning tua dan matang, yang kemudian dimasak dan dicampur dengan tepung beras, santan, dan gula merah.

Tekstur kue lumpang labu kuning yang lembut dan kenyal, serta rasa manis dan gurih, memberikan pengalaman kuliner yang unik bagi penikmatnya.

5. Kue Lumpang Isi Nangka

Kue Lumpang Isi Nangka
Kue Lumpang Isi Nangka, Kue Lumpang khas Palembang.

Kue lumpang isi nangka adalah varian kue lumpang yang diisi dengan potongan buah nangka matang.

Tekstur kue lumpang isi nangka yang lembut dan kenyal, serta rasa manis dari nangka, membuat camilan ini menjadi favorit bagi pecinta kuliner Palembang.

Kue lumpang isi nangka juga sering disajikan sebagai hidangan penutup atau camilan di berbagai acara dan perayaan di Palembang.

Kue lumpang merupakan salah satu warisan kuliner khas Palembang yang tetap lestari hingga saat ini.

Dengan berbagai varian yang unik dan lezat, kue lumpang menjadi camilan wajib yang harus dicicipi bagi siapa saja yang berkunjung ke Palembang.

Tekstur yang lembut dan kenyal, serta cita rasa yang manis dan gurih, membuat kue lumpang menjadi salah satu ikon kuliner Palembang selain Pempek tentunya.***

264 Kades di Blora Resmi Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan, Kadin PMD Blora: 7 Desa Tidak Punya Kades

KABARCEPU.ID – 264 Kades di Blora resmi menerima SK Perpanjangan Masa Jabatan dari Bupati Blora H. Arief Rohman.

Pada Minggu, 23 Juni 2024, Bupati Blora menyerahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan kepada 264 Kades di Blora itu.

Penyerahan SK Perpanjangan Masa Jabatan 264 Kades di Blora itu dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

264 Kades atau Kepala Desa di Kabupaten Blora tersebut mendapat SK Perpanjangan Masa Jabatan 2 tahun, dari yang semula 6 tahun menjadi 8 tahun.

Perpanjangan masa jabatan Kepala Desa selama 2 tahun tersebut sesuai dengan regulasi dalam UU Desa atau Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa.

Pada Pasal 39 Ayat 1 disebutkan bahwa Kepala Desa memegang jabatan selama 8 (delapan) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan.

Keputusan perpanjangan masa jabatan Kepala Desa ini juga termuat dalam Peraturan Bupati Nomor 400.10.2/252/2024 tentang Penyesuaian Masa Jabatan Kepala Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024.

Perihal ini disampaikan oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora Yayuk Windrati pada kesempatan penyerahan SK Perpanjangan Masa Jabatan 264 Kades di Blora tersebut.

Kepala Dinas atau Kadin PMD Blora itu berpesan kepada seluruh Kepala Desa tersebut agar menjalankan tugas dan pokok fungsi serta kewajibannya dengan bijak dan sesuai regulasi yang ada.

“Segera menjalin komunikasi yang baik dengan perangkat desa, BPD dan lembaga desa yang lainnya. Berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujar Yayuk.

“Dan yang paling penting untuk segera melaksanakan dan menyusun Review Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes),” imbuh Yayuk.

“Karena RPJMDes untuk perpanjangan masa jabatan 2 (dua) tahun belum terakomodir di RPJMDes sebelumnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Yayuk juga merincikan terkait 264 Kepala Desa di Blora yang telah mendapat perpanjangan masa jabatan selama 2 tahun tersebut.

Yayuk merinci, sebanyak 225 Kepala Desa yang berakhir masa jabatan tanggal 19 September 2025 diperpanjang selama 2 tahun dengan akhir masa jabatan menjadi tanggal 19 September 2027.

Berikutnya, Yayuk menerangkan, 11 Kepala Desa yang berakhir masa jabatan tanggal 9 Desember 2025 diperpanjang selama 2 tahun dengan akhir masa jabatan menjadi tanggal 9 Desember 2027.

Kemudian, lanjut Yayuk, sebanyak 2 Kepala Desa yang berakhir masa jabatan tanggal 29 Desember 2027 diperpanjang selama 2 tahun dengan akhir masa jabatan menjadi tanggal 29 Desember 2029.

Lanjutnya dikatakan, sebanyak 18 Kepala Desa yang berakhir masa jabatan tanggal 17 Agustus 2029 diperpanjang selama 2 tahun dengan akhir masa jabatan menjadi tanggal 17 Agustus 2031.

Terakhir, 8 Kepala Desa yang berakhir masa jabatan tanggal 11 Oktober 2029 diperpanjang selama 2 tahun dengan akhir masa jabatan menjadi tanggal 11 Oktober 2031.

Terkait desa di Blora yang tidak memiliki Kepala Desa, Yayuk menjelaskan, saat ini terdapat 6 desa yang dijabat oleh Pj Kepala Desa dan 1 desa dijabat oleh Plt Kepala Desa.

Yayuk menuturkan, 6 desa di Blora yang dijabat oleh Pj Kepala Desa tersebut yaitu Desa Kalinanas Kecamatan Japah, Desa Ngapus Kecamatan Japah, Desa Berbak Kecamatan Ngawen, Desa Sendangwungu Kecamatan Banjarejo, Desa Sitirejo Kecamatan Tunjungan, dan Desa Gombang Kecamatan Bogorejo.

Sementara untuk 1 desa di Blora yang dijabat oleh Plt atau Pelaksana Tugas Kepala Desa, dikatakan Yayuk, yakni Desa Nglebur Kecamatan Jiken.***

SAH! 264 Kades di Blora Terima SK Perpanjangan Jabatan, Pesan Bupati Blora: Hindari Korupsi Dana Desa

KABARCEPU.ID – Sebanyak 264 Kepala Desa atau Kades di Kabupaten Blora menerima SK Perpanjangan Jabatan.

Bupati Blora H. Arief Rohman secara langsung menyerahkan SK Perpanjangan Jabatan kepada 264 Kades di Kabupaten Blora itu.

264 Kades di Blora tersebut menerima SK Perpanjangan Jabatan selama dua tahun, yang semula enam tahun menjadi delapan tahun.

Penyerahan SK Perpanjangan Jabatan 264 Kades di Blora itu dilaksanakan pada Minggu, 23 Juni 2024 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Blora menyampaikan beberapa pesan kepada 264 Kades yang menerima Surat Keputusan (SK) Perpanjangan Masa Jabatan itu.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blora, saya mengucapkan selamat kepada para Kepala Desa yang hari ini menerima SK pengukuhan perpanjangan masa jabatan,” ucap Bupati Blora.

“Semoga dengan SK perpanjangan ini menjadi sebuah keberlanjutan pengabdian dari para Kades kepada bangsa, negara dan warga masyarakat desa pada khususnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati Blora menegaskan bahwa, Pemerintah Desa mempunyai kedudukan dan peran sangat penting sebagai unsur terdepan yang harus mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat, efektif, serta efisien.

Bupati menekankan agar Pemerintah Desa lebih aspiratif, kreatif, inovatif dan cepat tanggap terhadap perkembangan situasi serta kondisi dalam kehidupan masyarakat serta mampu memberdayakan sumber daya yang ada.

“Yakni mampu memanfaatkan, mengeksplorasi dan mengelola potensi sumber daya alam serta sumber daya manusia yang dimiliki,” tegas Bupati Blora.

“Sekaligus kreatif serta inovatif mengembangkan potensi kearifan lokal menjadi sumber ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.

Bupati Blora menambahkan, meskipun desa memiliki kewenangan masing-masing dalam mengatur pemerintahannya, namun tetap harus disinergikan dengan program pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Lanjutnya dikatakan, para Kepala Desa diminta untuk segera melaksanakan review RPJMDes atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa, yang memuat kebijakan dan program selama 2 dua tahun.

Tentunya dengan melibatkan lembaga kemasyarakatan, serta disusun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan.

Bupati Arief juga menyampaikan beberapa arahannya terkait penyelenggaraan pembangunan kepada para Kepala Desa untuk dapat dilaksanakan dalam masa 2 tahun ini.

264 Kades di Blora Terima SK Perpanjangan Jabatan
264 Kades di Blora terima SK Perpanjangan Jabatan (dok foto by Tim Kominfo Blora).

Pertama, segera lakukan koordinasi antar kepala desa, seluruh perangkat desa, dan masyarakat, harmonisasi dan sinkronisasi program serta melakukan kerja tim.

Dengan penambahan masa jabatan ini apa yang menjadi mimpi di desanya masing-masing bisa diselesaikan.

Kedua, terkait dengan isu utama pengentasan kemiskinan, stunting dan juga terkait dengan anak tidak sekolah, para Kepala Desa membuat program-program rehab rumah warga miskin, jambanisasi (perbaikan sanitasi) dan upaya-upaya pencegahan dan penurunan angka stunting.

Bupati Arief juga menegaskan agar anggaran desa dilaksanakan dengan transparan sesuai dengan asas kemanfaatan baik itu PR infrastruktur di desanya maupun program pemberdayaan sesuai karakteristik desanya masing-masing.

“Tolong kami titip bisa terus dikoordinasikan dan lanjutkan dana desa dengan baik dan transparan, serta hindari korupsi,” pesan Bupati.

Sementara itu terkait dengan Badan Permusyawaratan Desa, Bupati Arief menyampaikan agar untuk segera dilakukan koordinasi.

PKK Desa diminta juga dilibatkan dalam proses pembangunan agar para perempuan di desa dapat mengambil peran dalam setiap kebijakan Pemerintah Desa seperti anggaran desa untuk desa sehat, balita, untuk pemanfaatan pekarangan dan lainnya.

Saat pengukuhan, juga dilakukan penandatangan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Desa se-Kabupaten Blora yang dalam hal ini diwakili 16 Kepala Desa dengan Kejaksaan Negeri Blora.

Turut menyaksikan dalam penyerahan SK Perpanjangan Masa Jabatan 264 Kades tersebut yaitu Forkopimda, Kepala Dinas PMD beserta kabid, juga sejumlah Kepala OPD terkait.***

Terminal Cepu, Geliat Ekonomi Baru Menuju Kawasan Cepu Raya

KABARCEPU.ID – Setelah Bandara Ngloram, satu lagi ikon baru muncul di Cepu, yaitu Terminal Cepu.

Diharapkan ini akan menjadi geliat ekonomi baru di wilayah yang akan menjadi Kawasan Cepu Raya.

Seperti diketahui, kawasan Cepu Raya sudah digadang-gadang banyak pihak kelak akan menjadi wilayah baru perekonomian.

Kawasan Cepu Raya adalah kawasan perekonomian bergengsi yang akan mendongkrak perekonomian berskala nasional.

Bupati Blora Arief Rohman ketika mengadakan peninjauan mengatakan bahwa Terminal Cepu nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif masyarakat. Sehingga selain ekonomi bergeliat, diharap Cepu bisa semakin ramai.

“Terminal Cepu akan jadi terminal yang indah, kami juga mohon kedepan bisa kita manfaatkan selain untuk UMKM, nanti hari Minggu biar ada car free day dan sebagainya. Biar Cepu ini ekonominya semakin menggeliat dan ramai,” jelasnya.

Arif Rohman menambahkan, Cepu lebih ramai dari Blora. “Cepu menjadi pusat ekonomi, ada bandara, ada stasiun kereta api dan ada terminal. Cepu ini kota migas, ada banyak sekolah dan pusat pelatihan migas disini,” terangnya.

Bupati mengaku terkesan dengan hasil pembangunan Terminal Cepu oleh Kementerian Perhubungan. Dia menilai ini menjadi terminal terbaik di wilayah perbatasan Jateng-Jatim.

“Semoga semakin banyak armada bus antar kota antar provinsi yang membuka jalur dan singgah kesini. Apalagi ini sangat strategis di persimpangan Kawasan Cepu Raya,” katanya.

Tak sekadar jadi infrastruktur transportasi tempat naik turun penumpang, tetapi diharapkan juga berkontribusi secara ekonomi dengan memberikan ruang bagi pelaku UMKM.

Menurutnya revitalisasi tersebut selain bisa meningkatkan pelayanan transportasi, juga bisa berfungsi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat.

“Terminal ini bukan hanya berfungsi untuk naik turun penumpang saja tapi ada kegunaan-kegunaan disitu. Ada fungsi-fungsi ekonomi yang tumbuh, ada UMKM, ada kegiatan masyarakat ada ruang pertemuan yang mungkin bisa 200-250 orang yang bisa ditampung. Silakan masyarakat Cepu memanfaatkan,” jelasnya.

Nantinya tidak hanya sekedar berfungsi sebagai tempat untuk naik-turun penumpang saja. Terminal Cepu diharapkan bisa memiliki fungsi-fungsi lainnya. Seperti menggeliatkan ekonomi di Cepu, dengan turut memberikan ruang bagi UMKM, serta kegiatan-kegiatan sosial masyarakat.

Dia berharap Terminal Cepu tersebut selain bisa meningkatkan pelayanan transportasi, juga bisa berfungsi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Bahkan, dia juga ingin agar nantinya pemerintah daerah bisa mendorong UMKM untuk meramaikan terminal, misalnya dengan menjadikan pusat kuliner.

Belakangan terlihat data pergerakan bis dan masyarakat cukup tinggi di Cepu. Ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Cepu sangat bagus.

Perputaran ekonomi semakin meningkat seiring bertumbuhnya usaha. Geliat ekonomi inilah yang akan mempercepat terwujudnya kawasan Cepu Raya.***